Shakira is gone…

May 11th, 2009 by arief rachman

Bendera kuning akhirnya berkibar di depan gang di daerah Tanjung Priok…Aku ambil handycam untuk mengabadikan momen meninggalnya putri ku.

Setelah penguburan selesai…dan setelah acara di rumah juga selesai…gue pengen liat hasil gambar tadi namun gambarnya blank….padahal tidak ada kerusakan sebelumnya…kayanya shakira enggak mau orang tua nya nangis terus mengingat meninggalnya dia.

Untuk menghilangkan rasa penasaran gue, kita periksa Tokso di rs cipto namun negatif semuanya dan katanya ada pengapuran dari diagnosis dokter yang menyebabkan anak gue cepet matang di dalam perut.

Bini nangis terus hari demi hari, cuti sebulan baru dilakukan berarti masih ada 2 bulan lagi nganggur…bisa stres terus kalo dirumah

Akhirnya gawe lagi biar kaga keingetan shakira terus.

Malam tetap gue bermunajat sama Allah, minta kita diampuni dosanya…berharap di kasih kepercayaan lagi sama Allah untuk bisa merawat dan membesarkan anak kembali.

Setelah tiga bulan shakira meninggal, bini gue hamil lagi dan resikonya kan gede Bo kalo habis cesarkan seharusnya 2 tahun baru bisa melahirkan kembali.

Dengan memohon kepada Allah dan berterimakasih atas karuniaNya, bini gue perutnya mulai gede.

Untuk kali ini gue mencari dokter pakar yang praktek di kompleks pelabuhan walang jaya Dr. Tambunan.

Dari pemeriksaan intensif sang dokter keadaan ibu dan anak gue masih aman.

Namun setelah bulan ketujuh mulai ada “masalah lagi” di kandungan bini gue. Setelah di USG si bayi mulai ada pengapuran kembali namun belum begitu banyak. Second opinion pun ke rsia harapan kita di lakukan namun masih dalam batas normal katanya.

Lanjut….

My shakira….!!!

May 11th, 2009 by arief rachman

Setelah di hunting kesana kemari mencari rumah sakit untuk shakira saya dapat informasi bahwa RS PMC Tanjung Priok mempunyai dokter anak yang andal Dr. Reza namanya dan kebetulan Dr. Reza ini adalah dokter kakak saya…setelah minta info ke dokter yang bersangkutan, shakira saya “pergikan” paksa dari RS. ISlam cempaka putih menuju rs. pmc dengan perasaan campur aduk.

Dengan kondisi oksigen yang terus menempel, dengan kondisi mata yang mengerak dan kondisi badan yang rapuh kami berangkat ke rs pmc dengan avanza..mertua dan istri terus berdoa untuk kelangsungan hidup shakira.

Sampai dech juga di rs pmc namun ada kendala lagi karena peralatan rs tidak memadai kami harus pindah ke rumah sakit koja…Luar biasa Ya Allah ujian Mu kepada Hamba…tetapi yang saya tahu Allah tidak memberi cobaan melebihi kemampuan orang itu…berarti saya mampu untuk melakukannya!!!

Sampai di rs koja gue dan keluarga langsung membawa shakira ke gawat darurat, dokter reza dah siap di sana dan pemeriksaan dari awal lagi..

dokternya bilang bahwa si shakira matanya nyaris buta….udah dech gue bingung harus teriak apa nangis…setelah di “otak - atik” sama dokter si shakira dengan karunia Allah menagis dengan kencangnya setelah hampir sebulan tidak menangis!!

Ya Allah gue senang shakira ada harapan untuk hidup.

Jam 22.30 shakira masuk inkubator hanya keluarganya saja yang harus berada di rs.

Hari berlalu dengan sangat lambat,  ada kemajuan yang berarti dari shakira dan rs mengusulkan untuk di pindah ke ruang biasa.

Padahal dari lantai 3 ke lantai 2 hanya satu tingkat.Shakira di gendong oleh susternya menuju lantai 2. Ternyata shakira rentan dengan kuman - kuman  yang bertebaran di rumah sakit.

Shakira nge drop lagi…Y a Allah kasihanilah anak semata wayang saya!!!

Sampai pada suatu ketika shakira tidak bernapas. Dengan segala cara si dokter mengusahakan dan berhasil nyambung lagi….

Tetapi setelah mengalami beberapa kali mati suri,yang terakhir di beri pertolongan dengan car measukkan jarum ke kaki shakira untuk di peredaran dari dia, tidak berhasil setelah tiga kali tojosan di kaki dan tangannya yang mungil itu. Istri gue nangis gue mengintip kejadiannya.

Menjerit kenapa harus shakira Ya Allah…..?!!

Dan tojosan terakhir di kepala, kepala shakira di botakan dulu kemudian di tojos jarum untuk peredaran darahnya dan nyambung lagi.

Tojosan di kepala yang mebuat gue semakin kasihan melihat shakira, Ya Allah kalau Engkau berkenan menyembuhkan maka sembuhkan bila tidak saya ikhlas…itulah doa saya dan keluarga!!!!

Setelah tojosan kepala keesokan harinya kondisi shakira mulai lebih memprihatinkan detik demi detik berlau dan akhirnya pada tanggl 28 Mei 2007 Shakira Nayra Putri meninggal dunia tepat pada jam 19.00 di rs. koja.

Anak saya yang cantik “hanya” berumur 34 hari.

Selamat jalan anakku!!!!

spn lido part : 3

December 12th, 2008 by arief rachman

setelah sampai di pos 1 kami kemudian “ngampar”. Persoalannya setelah sampai ke pos 1 rencananya kami bisa beristirahat disana dan waktu menunjukkan pukul 01.00 dinihari…perjanjiannya apa - apa kita harus kompak 1 tim, jadi kalo mo masak dengan peralatan yang dibawa yach 1 tim itu harus masak, nggak boleh ada yang tidur atau istirahat. Hal itu kami langgar ternyata membuat instrukturnya naik pitam dan dengan sedikit emosi menyuruh kami untuk berangkat kembali, detik itu juga…setelah mengumpulkan tenaga walo sebentar krg lbh 20 menit dengan kondisi tim yang sangat memprihatinkan kami berangkat kembali menuju ke tujuan berikutnya.

Dengan membawa bambu panjang beserta rekan, saya dibelakang bambu…kondisi tubuh gue udah mulai ga stabil, capek dan lelah.Kami mulai menyusuri jalan setapak kembali, jalan terjal, turun, basah dan licin!!!! beberapa kali gue dan temen-temen ngesot di tengah hutan jam 02 malam pula kami berjalan beriringan…..

Dengan keyakinan yang udah mulai pudar, kejadiannya terjadi lagi…….dan lebih  parah.Gue terperosok parit besar…..!!!!!

samapta spn lido

December 10th, 2008 by arief rachman

jreeengg….avanza yang mengantar gue dan rombongan dah nyampe di spn lido, ada suasana dingin, kaku dan menakutkan awalnya ketika mobil menuju ke pelataran parkir spn lido. Ternyata ada 498 siswa polisi bintara yang sedang berlatih dan berhujan-hujan pula menggunakan ponco.

Setelah melihat kondisi awal, kami mulai keluar kembali menuju barak tempat kami tidur. Hujan deres banget. Kami berlompatan menuju barak biar tak kehujanan. Instruktur polisinya sudah menunggu di barak kami. Lihat situasi dan kondisi dari instruktur polisi tersebut, ternyata mereka baik-baik aja tidak ada bentakan dalam setiap omongannya.

Kami mengambil perlengkapan seperti seragam pdl lengkap, kaos, baju olah raga, lengkap dari mereka…..ehmm ternyata sia-sia juga gue bawa banyak perbekalan ternyata disini kita disiapkan keperluan selama disini untuk waktu 2 minggu ke depan.

Waktu sudah menjelang maghrib, ketika kami di suruh untuk mencoba seragam pdl kami.Adzan berkumandang. Hujan masih deras. Saya sholat dan bersimpuh di hadapan-Nya agar semua proses dapat berjalan lancar dan saya beserta rekan-rekan saya diberi keselamatan dan kesehatan.

Waktunya makan malam kami di haruskan untuk berbaris menuju ketempat makan kami yang berjarak krg lbh 600 meter. Gue masih mengamati situasi bagaimana sebenarnya pendidikan di SPN lido ini dong…jadi, mengamati, mensiasati dan melatih diri agar semuanya lancar.

Baru tahu kalo cara makan kita diatur sedemikian rupa sehingga menimbulkan keharmonisan yang luar biasa. Pertama kita belajar kebersamaan. Pulang berbaris kembali walopun baris ini masih acak-acakan awalnya.Sholat.tidur dech..besok kita akan melakukan upacara pembukaan samapta kita.

Pensiasatan yang pertama dilakukan adalah bangun jam 03.00 WIB karena kita harus sudah baris sebelum Subuh. Karena dalam 1 barak ada 60 orang lebih berserta para satpam. Jam 03.00 gue bangun dulu ternyata para satpam sudah mulai duluan berbenah diri. Ehmm…dengan kondisi kamar mandi demikian, dengan melihat para rekan-rekan satpam mandi mulailah mandi dengan keadaan yang tak lazim awalnya, lama kelamaan menjadi kebiasaan.

Subuh berkumandang ternyata banyak rekan-rekan kita yang belum bangun tidur. Jadi sholatlah subuh di barak. Kemudian berbaris menuju lapangan hitam untuk olah raga. Pengalaman yang luar biasa.

Upacara Pembukaan sudah selesai kemudian dilanjutkan dengan upacara “tradisi”. Menyenangkan.Menyebalkan.Berkeringat.Tertawa.Guling-gulingan. wuihhh………mantaffff!!!!

Dilanjutkan dengan halang rintang, gue coba dong….walopun berat badan agak overweight gue harus BISA!!!!dari 9 halang rintang gue lewati dengan susah payah.

Besoknya kita cek kesehatan untuk lari memutari lapangan hijau, push up, ahhh…pokoknya banyak dech…membuat badan berkeringat, membuat kaki lebih pegal, membuat badan remuk-remuk…hajar terus!!!

Setelah itu kita ada pelajaran pengenalan lingkungan jadi memutari luasnya spn lido yang luasnya 13 hektar gitu dech.

berjalan, menanjak, turunan, pokoknya jalan terus……..

Besoknya kita ada pelajaran materi-materi yang bermanfaat juga sich……

Badan terasa enteng karena jarang olah raga, keadaan sudah mulai terbiasa, lari pagi setiap habis subuh…mantap…target turun berat badan…alhamdulillah sedikiiiiiiiit tercapai karena kita disana tidak kekurangan makan 3 x sehari plus buah. ada warung pula disebelah barak.nyusu.nyusu dan nyusu.

Mulai dech minggu pertama mulai agak jenuh dengan kondisi, bosan, membosankan terutama buat gue karena gue kangen banget sama anak gue. sama bini?kangen juga sich…..tapi dikit. Kondisi tim juga mulai merosot.

Oh,iya..kita dikasih pelajaran menembak…’alhamdulillah lancar karena itu peluru beneran loch…jadi kita harus ati-ati banget..Oh iaya kita diajarin juga sejenis beladiri ala polri, baris-berbaris pokoknya fisik kita digenjot dengan mantaffff.

Dengan kondisi badan mulai loyo kita diharuskan untuk ikut outbound…apasich outbound? perjalanan menuju kesuatu tempat dengan menggunakan kerjasama tim. benar-benar kerjasama tim.

Hari kamis menuju hari terakhir kita, kita dikasih pengarahan untuk melakukan outbound. Akhirnya perjalanan terjadi pada pukul 09 malam dengan perjalanan selama 8 jam dengan membawa perbekalan bambu sepanjang 7 meter, kotak peluru isi bahan-bahan makanan, tenda gitu dech, bawa air 2 galon besar..dengan kondisi 1 tim sebanyak 6 orang. Bagi-bagi tugas.

Dengan membawa ransel yang berisi pakaian, sarung, kopi, susu, aqua, pocari sweat, gula manis dan obat-obatan kami berangkat menuju suatu lembah. Gue dah khawatir karena mata gue udah kacau alias min…dan kacamata ternyata belum cukup menolong karena kita hanya disiapkan obor dua biji plus persiapan senter.

Inilah puncak dari kegiatan 10 hari kebelakang. Mental kita di uji.Kebersamaan kita diuji.Dengan langkah mantap gue maju dan terus melangkah.

Wuih ternyata perjalanannya sangat curam, licin dan meraba karena tidak begitu jelas kelihatan. Kanan kiri jurang. Malam pula jam 11 malam kita udah berada di gunung, gelap, sunyi dan seram.

Dengan kondisi membawa bambu sepanjang 7 meter, dengan kondisi jalannya naik dan turun, licin dan hanya jalan setapak sepanjang 30 cm, kiri kanan jurang…dalam booooo jurangnya tapi karena malam jadi kita tidak begitu jelas melihatnya….bisa yach gue ada disini.

Gue pernah naik gunung, belum ada papa dengan kondisi kaya gini.Setelah jatuh kepeleset gue sebanyak 3 kali, dengan membaca ayat-ayat allah agar diberi keselamatan. Allah udah membantu karena kondisi tidak hujan. Thank God.

Sampailah kita di pos I….Wuih Jakarta bagus juga dari atas sini..lampu bertebaran dimana

Kesamaptaan SPN Lido

November 28th, 2008 by arief rachman

Sampailah akhirnya juga di SPN Lido untuk kesamaptaan calon pegawai…bersambung…

Dan Akhirnya…Shakira Nayra Putri

November 6th, 2008 by arief rachman

Setelah shakira di bawa ke rumah sakit tersebut, setelah dia menangis, setelah tangis keluarga besar saya pecah karena kebahagiaan yang tiada tara karena 30 hari si bayi mungil ini tidak menangis….Ya allah di saat kesulitan engkau tampilkan “kebesaran” Mu kepada Hamba…tapi di lain pihak walopun shakira menangis kondisi makin kurus setelah lahir dengan berat 3,1 kg dan panjang 49 cm.Benar - benar Allah menurunkan permaisuri kecil itu kepada Hamba.

Kami menikah bulan april 2006 dan bulan juli berikutnya istri saya hamil, kondisi keluarga muda yang belum stabil keuangannnya membuat kami berpikir untuk membawa pemeriksaan dokter dari rumah sakit bersalin anak dan ibu, pindah ke rumah sakit umum daerah…karena ada garansi kartu jamsostek.

Seharusnya kami ga boleh perhitungan untuk anak yang dalam kandungan istri saya, cuma dari pihak rumah sakit bersalin yang top tersebut di katakan bahwa janin yang ada di dalam rahim istri saya tidak bermasalah sampai usia kandungan 7 bulan….benar selama 7 bulan saya memeriksakan kehamilan di rumah sakit bersalin yang “top” tersebut.

Tiap hari saya berdoa agar saya tidak ada masalah mengenai kepindahan rumah sakit ini, berdoa dan berdoa.

Kenapa saya berdoa dan berdoa?karena setelah saya membaca tabloid wanita yang top juga di situ ada berita kesalah penanganan dari pihak rumah sakit “itu” tentang kelahiran bayi juga, kealpaan dari rumah sakit katanya…

Ya allah, hamba di buat keraguan lagi akan berita ini apakah dengan berita ini Engkau membuat peringatan kepada kami sekeluarga agar jangan pindah kerumah sakit “itu”.

Setelah berdiskusi dengan seluruh keluarga dan kemantapan hati dan atas saran-saran dari rekan-rekan kantor akhirnya benar - benar terjadi kami pindah periksa ke rumah sakit “itu.

Dan tibalah akhirnya kami periksa dengan dokter yang katanya “top” juga, dengan dokter yang sudah sangat sepuh dan dokter yang kaya akan pengalaman.

Periksa, periksa dan periksa tidak ada masalah, periksanya komplit loch…usg dan lain-lainnya termasuk.Dengan perasaan bercampur aduk karena udah sembilan bulan waktunya.

Balik dulu ke belakang kenapa saya kasich nama bayi mungil saya dengan nama shakira nayra putri….dari dulu saya sangat suka sekali dengan penyanyi Amerika. Shakira dari segi arti dalam bahasa arab artinya permaisuri. Pas umur saya 15 tahun udah ada dalam benak saya untuk ngasich nama putri saya dengan shakira…dan itu tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun!!!

Lahirlah si bocah mungil ini seperti cerita di atas, selama 24 hari si shakira berada dalam rumah sakit tersebut, shakira tidak bisa bersentuhan dan tidak bisa di lihat.Bisa di lihat hanya dengan waktu yang sangat terbatas dan di batasi oleh kaca.Shakira bisa merasakan kalau ayah dan ibunya datang dengan cara mengerakkan badannya, matanya dan bahasa isyaratnya.

Kadang-kadang shakira menangis cuma tidak bisa teriak hanya mengeluarkan air mata dari kedua belah matanya.miris dan sedih ngelihatnya, gimana coba…beberapa selang “menusuk” dirinya ada yang kebadan, kedua kaki, kadang- kadang ke kepala.

Kadang - kadang saya dan istri benar-benar kecewa dengan pelayanan rumah sakit “itu”. Hanya sekedar untuk mengelus dan menyapa ke dalam ruangan bayi.Kaga bisa.

Kadang-kadang juga saya dan istri bolak-balik pagi kerumah sakit sore kerumah sakit dan hanya diberi kesempatan 1 jam kurang lebih melihat perkembangan bayi saya. Dengan kondisi naik-turun….Ya allah saya merasa tidak pernah menyakiti orang, tidak pernah mengusik ketenangan orang, tidak lupa menjalankan perintah-Mu (kadang-kadang pernah sich) mengapa kau berikan hamba cobaan yang begitu berat Ya allah, apa salah saya ya allah.

Semua nama yang ada di daftar HP saya, saya kirimin message untuk permohonan doanya untuk bayi saya.Doa bertaburan dimana-mana tetapi kondisi shakira makin menurun. Dengan segenap hati saya merenung, kalo sodaqoh itu akan membuat orang yang dapat cobaan akan dipermudah oleh Allah.Enggak habis-habis saya sodaqoh ke lembaga duafa melalui ATM dan tidak habis-habisnya rezeki mengalir untuk putri hamba…putri hamba tidak merepotkan siapapun, sodaqoh terus, rezeki jalan terus!!

Setelah tidak ada perubahan, setelah kondisinya malah semakin turun shakira udah mulai di cuekin rumah sakit “itu”. didiamkan saja tanpa penanganan. Tapi dokter yang bersangkutan minta ijin untuk meng scan putri saya. Ok. Saya siap.

Dokter anak tersebut telah menjudge shakira kondisinya sudah komplikasi, si dokter dengan enaknya menerangkan kepada saya yang sedang down, sedang bingung, sedang butuh support, bilang semua fungsi badan bayinya sudah kacau, cairan yang menyebabkan shakira menelan air ketuban sudah ada dimana-mana dan terlebih lagi sudah ada di otak!

Dengan kondisi itu sangat tidak mungkin putri bapak sehat. Ya allah saya tahu kewajiban dokter untuk memberitahu penyakit anaknya…apa ga bisa di lain kesempatan?apa ga bisa dokter mensupport saya? apa ga bisa dokter memberi dukungan ke saya?

Sejak saat itu saya marah sama dokter itu dan ga mau untuk ketemu muka dengan beliau karena malah menambah pikiran saya. Mertua saya suruh maju untuk ketemu dengan dokter tersebut.

Kondisi ari - arinya bermasalah dan keluarlah hasilnya setelah di lakukan tes laboratorium dengan hasil pengapuran.karena kelamaan di kandungan.

Setelah dilakukan test scan memang bermasalah di otaknya shakira,otak bos…otak.Pusat dari segalanya. Pun kalo hidup putri hamba bermasalah dengan otaknya.Rekan-rekan mencibir nanti putrinya jadi idiot.

Heran disaat saya dan sekeluarga susah, masih ada aja yang mencibir, menjelek-jelekan shakira.lelah saya ya Allah……..

Setelah scan pihak rumah sakit benar-benar lepas tangan, shakira tidak di beri obat, tidak di beri apa-apa. Setelah 24 hari berada di Rumah Sakit saya mengambil keputusan shakira harus “cabut” dari rumah sakit itu. Dengan sedikit memaksa saya minta dokter agar mengabulkan permohonan saya. Dokter dengan santainya bilang “silahkan, pak”. Oke saya mulai mencari rumah sakit lainnya, nanya sana sini, dan pihak rumah sakit lain ga mau terima kondisi shakira dengan keadaan seperti itu.

Lanjut Lagi nanti …..

shakira nayra putri

October 24th, 2008 by arief rachman

hari sudah beranjak pagi, istri gue udah mulai mual -mual seharusnya tepat hari ini tanggal 25 April 2008 istri gue dah melahirkan…die terengah-engah menahan sakit…setelah berdiskusi dengan mertua di boyonglah istri gue ke sebuah rumah sakit swasta di jakarta pusat….setelah di lihat kondisinya dengan bidan yang bersangkutan, katanya anak gue belum dapat di lahirkan karena masih pembukaan 1 atau 2. Gue nggak ngerti apa sich pembukaan 1, 2 atau seterusnya yang gue tahu istri gue masih merintih aja kesakitan.

Dianjurkan dari pihak rumah sakit bahwa istri gue bisa balik ke rumah lagi untuk menunggu perkembangan selanjutnya padahal gue dah siap - siap untuk membawa perlengkapan persalinan dari istri gue.Gue pulang akhirnya.

Setelah di rumah tetap aja istri gue merintih kesakitan, kaga tega dongk gue…gue bolos kerja untuk hari itu….dan

Tibalah waktunya sehabis maghrib tempat tidur banyak air ternyata setelah diamati itu adalah air ketuban dari istri gue…gawat!!!!!di panggilah tetangga bidan untuk segera melakukan penindakan selanjutnya…tapi kondisi jakarta lagi turun hujan deress banget…..yang menyebakan jakarta banjir!!!

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidan tetangga bahwa istri gue masih pembukaan 2 jadi tidak usah buru - buru ke dokternya sarannya…..

Dengan perasaan yang tidak karuan dari gue, mertua dan istri gue…berangkatlah gue ke rumah sakit yang pagi tadi gue datangi dengan curah hujan yang sangat tinggi…kebetulan pula rumah mertua gue tidak bisa di lalui mobil…terpaksa istri gue tandu dengan hanya memakai payung dan tetap bajunya basah juga

Sesampai di rumah sakit,  masih pembukaan 2 tetapi air ketubannnya terus keluar, keluar terus…sehingga pihak rumah sakit menelepon dokter yang emang menangani istri gue…di telpon, dan disarankan oleh dokter harus segera di operasi…gue sich nurut aja karena emang gue kaga ngerti prosedurnya.

Gue setujui di lakukan operasi pada jam 08 malam karena sudah malam dokternya sudah tidak ada di rumah sakit sehingga istri saya menunggu dia datang dari bekasi dengan kondisi jalanan banjir tinggi.

Datanglah dokter jam 10 malam, waktu yang sangat lama karena istri gue udah mulai habis air ketubannya….langsung diadakan operasi…

dag, dig, dug…dengan berdiri di depan ruang operasi, saya terus berdoa untuk istri dan anak saya biar sukses operasinya…dengan mengucapkan nama-nama allah…jam 10.30 dokter keluar dengan tidak memberi selamat kepada saya dan tidak terdengar tangisan bayi yang baru dilahirkan.

Bapak terlambat membawa istri bapak ke rumah sakit, istri bapak selamat tapi ada kelainan sama anak bapak, begitu kata dokter bilang

Ya allah apalagi nich….saya membantah keterlambatan saya dari dokter karena sejak 3 hari sebelumnya saya udah menyiapkan diri untuk ke rs…tapi dokter bilang nunggu di rumah aja…

Dokter tetap menyalahkan saya…saya ga mo ribut saya nanya kelainannya apa?ari-arinya bermasalah katanya..

akhirnya benar memang, ari-arinya bermasalah dan bayi mungil saya yang cantik dengan rambut hitamnya yang ikal dengan kondisi badan yang normal setelah saya adzani saya langsung bawa ke tempat ruang perawatan khusus bayi, benar - benar khusus karena saya tidak boleh memegangnya dan melihatnya dalam kondisi tertentu.

30 hari sudah berlalu dengan segenap cobaan yang hadir dari allah, saya terima dengan ikhlas…si shakira nayra putri masih tetap berada di ruangan khusus tanpa bisa dipegang dan di lihat bahkan oleh ibunya sendiri.

Pihak rumah sakit menyerah karena si shakira tidak diberi penanganan lebih lanjut…saya bawa keluar dengan kondisi panas 38 derajat celcius.Luar biasa!!!pihak rumah sakit memperbolehkan pasien keluar dari rumah sakit dengan kondisi seperti itu.

Dengan kondisi yang demikian mertua saya bawa avanza, shakira baris kedua dengan istri dan mertua saya dengan kondisi yang semakin menurun karena si shakira tidak pernah keluar dari ruangan isolasi sehingga kondisinya makin turun.

mertua dan istri saya terus menangis…saya tetap menyebut nama allah saya nelepon ke keluarga saya untuk si shakira tidak di bawa ke rumah tetpai di bawa ke rumah sakit kembali tapi bukan rumah sakit “itu” lagi…

Di teleponlah dokternya dengan sedikit memaksa dokter untuk bisa menerima anak saya yang di kabarkan dari dokter yang baru bahwa shakira telah buta matanya.

Dengan dokter yang sudah berpengalaman shakira di urus malam itu juga jam 9 malam untuk membuat shakira tetap hidup

akhirnya pecahlah tangisan shakira selama lebih dari 30 hari tidak menangis oleh dokter itu dengan menggunakan metode yang sangat canggih.

Lanjut lagi dech nanti …..makasih!!!!

Halo dunia!

October 23rd, 2008 by arief rachman

Welcome to Blogdetik.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!