jreeengg….avanza yang mengantar gue dan rombongan dah nyampe di spn lido, ada suasana dingin, kaku dan menakutkan awalnya ketika mobil menuju ke pelataran parkir spn lido. Ternyata ada 498 siswa polisi bintara yang sedang berlatih dan berhujan-hujan pula menggunakan ponco.
Setelah melihat kondisi awal, kami mulai keluar kembali menuju barak tempat kami tidur. Hujan deres banget. Kami berlompatan menuju barak biar tak kehujanan. Instruktur polisinya sudah menunggu di barak kami. Lihat situasi dan kondisi dari instruktur polisi tersebut, ternyata mereka baik-baik aja tidak ada bentakan dalam setiap omongannya.
Kami mengambil perlengkapan seperti seragam pdl lengkap, kaos, baju olah raga, lengkap dari mereka…..ehmm ternyata sia-sia juga gue bawa banyak perbekalan ternyata disini kita disiapkan keperluan selama disini untuk waktu 2 minggu ke depan.
Waktu sudah menjelang maghrib, ketika kami di suruh untuk mencoba seragam pdl kami.Adzan berkumandang. Hujan masih deras. Saya sholat dan bersimpuh di hadapan-Nya agar semua proses dapat berjalan lancar dan saya beserta rekan-rekan saya diberi keselamatan dan kesehatan.
Waktunya makan malam kami di haruskan untuk berbaris menuju ketempat makan kami yang berjarak krg lbh 600 meter. Gue masih mengamati situasi bagaimana sebenarnya pendidikan di SPN lido ini dong…jadi, mengamati, mensiasati dan melatih diri agar semuanya lancar.
Baru tahu kalo cara makan kita diatur sedemikian rupa sehingga menimbulkan keharmonisan yang luar biasa. Pertama kita belajar kebersamaan. Pulang berbaris kembali walopun baris ini masih acak-acakan awalnya.Sholat.tidur dech..besok kita akan melakukan upacara pembukaan samapta kita.
Pensiasatan yang pertama dilakukan adalah bangun jam 03.00 WIB karena kita harus sudah baris sebelum Subuh. Karena dalam 1 barak ada 60 orang lebih berserta para satpam. Jam 03.00 gue bangun dulu ternyata para satpam sudah mulai duluan berbenah diri. Ehmm…dengan kondisi kamar mandi demikian, dengan melihat para rekan-rekan satpam mandi mulailah mandi dengan keadaan yang tak lazim awalnya, lama kelamaan menjadi kebiasaan.
Subuh berkumandang ternyata banyak rekan-rekan kita yang belum bangun tidur. Jadi sholatlah subuh di barak. Kemudian berbaris menuju lapangan hitam untuk olah raga. Pengalaman yang luar biasa.
Upacara Pembukaan sudah selesai kemudian dilanjutkan dengan upacara “tradisi”. Menyenangkan.Menyebalkan.Berkeringat.Tertawa.Guling-gulingan. wuihhh………mantaffff!!!!
Dilanjutkan dengan halang rintang, gue coba dong….walopun berat badan agak overweight gue harus BISA!!!!dari 9 halang rintang gue lewati dengan susah payah.
Besoknya kita cek kesehatan untuk lari memutari lapangan hijau, push up, ahhh…pokoknya banyak dech…membuat badan berkeringat, membuat kaki lebih pegal, membuat badan remuk-remuk…hajar terus!!!
Setelah itu kita ada pelajaran pengenalan lingkungan jadi memutari luasnya spn lido yang luasnya 13 hektar gitu dech.
berjalan, menanjak, turunan, pokoknya jalan terus……..
Besoknya kita ada pelajaran materi-materi yang bermanfaat juga sich……
Badan terasa enteng karena jarang olah raga, keadaan sudah mulai terbiasa, lari pagi setiap habis subuh…mantap…target turun berat badan…alhamdulillah sedikiiiiiiiit tercapai karena kita disana tidak kekurangan makan 3 x sehari plus buah. ada warung pula disebelah barak.nyusu.nyusu dan nyusu.
Mulai dech minggu pertama mulai agak jenuh dengan kondisi, bosan, membosankan terutama buat gue karena gue kangen banget sama anak gue. sama bini?kangen juga sich…..tapi dikit. Kondisi tim juga mulai merosot.
Oh,iya..kita dikasih pelajaran menembak…’alhamdulillah lancar karena itu peluru beneran loch…jadi kita harus ati-ati banget..Oh iaya kita diajarin juga sejenis beladiri ala polri, baris-berbaris pokoknya fisik kita digenjot dengan mantaffff.
Dengan kondisi badan mulai loyo kita diharuskan untuk ikut outbound…apasich outbound? perjalanan menuju kesuatu tempat dengan menggunakan kerjasama tim. benar-benar kerjasama tim.
Hari kamis menuju hari terakhir kita, kita dikasih pengarahan untuk melakukan outbound. Akhirnya perjalanan terjadi pada pukul 09 malam dengan perjalanan selama 8 jam dengan membawa perbekalan bambu sepanjang 7 meter, kotak peluru isi bahan-bahan makanan, tenda gitu dech, bawa air 2 galon besar..dengan kondisi 1 tim sebanyak 6 orang. Bagi-bagi tugas.
Dengan membawa ransel yang berisi pakaian, sarung, kopi, susu, aqua, pocari sweat, gula manis dan obat-obatan kami berangkat menuju suatu lembah. Gue dah khawatir karena mata gue udah kacau alias min…dan kacamata ternyata belum cukup menolong karena kita hanya disiapkan obor dua biji plus persiapan senter.
Inilah puncak dari kegiatan 10 hari kebelakang. Mental kita di uji.Kebersamaan kita diuji.Dengan langkah mantap gue maju dan terus melangkah.
Wuih ternyata perjalanannya sangat curam, licin dan meraba karena tidak begitu jelas kelihatan. Kanan kiri jurang. Malam pula jam 11 malam kita udah berada di gunung, gelap, sunyi dan seram.
Dengan kondisi membawa bambu sepanjang 7 meter, dengan kondisi jalannya naik dan turun, licin dan hanya jalan setapak sepanjang 30 cm, kiri kanan jurang…dalam booooo jurangnya tapi karena malam jadi kita tidak begitu jelas melihatnya….bisa yach gue ada disini.
Gue pernah naik gunung, belum ada papa dengan kondisi kaya gini.Setelah jatuh kepeleset gue sebanyak 3 kali, dengan membaca ayat-ayat allah agar diberi keselamatan. Allah udah membantu karena kondisi tidak hujan. Thank God.
Sampailah kita di pos I….Wuih Jakarta bagus juga dari atas sini..lampu bertebaran dimana